NOTULENSI RAPAT KOORDINASI

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Situbondo

Anggota Rakor:
  • Tim Korwil
  • Koordinator PK Kabupaten Situbondo
  • Koordinator PG Kabupaten Situbondo
  • Koordinator PK Wilayah Timur
  • Koordinator PG Wilayah Timur
  • Koordinator PK Wilayah Tengah
  • Koordinator PG Wilayah Tengah
  • Koordinator PK Wilayah Barat
  • Koordinator PG Wilayah Barat

Hasil Rakor

A. Menu yang Dilarang

B. Menu dengan Ketentuan

1. Telur dadar: Wajib ada pendamping / doble prohe.
2. Sayuran Mentah: Dilakukan penanganan yang tepat berupa blanching / pencucian dengan air garam, talenan dan pisau khusus sayur.
3. Cumi, Udang: Memiliki chef bersertifikasi dan paklaring.

C. Susu yang Diperbolehkan Digunakan di SPPG

Susu di bawah ini telah disesuaikan dengan syarat penggunaan susu di SPPG pada NODIN Deputi Bidang Sistem Tata Kelola Nomor: 28/05.00/ND/09/2026:

  1. Ultramilk / Ultra Mimi Fullcream
  2. Diamond Fullcream
  3. Cimory Susu FullCream
  4. Indomilk Kids Fullcream
  5. Frisian Flag Fullcream
  6. Milk Life Fullcream

Catatan: Semua jenis susu wajib susu Fullcream / Plain, bukan Vanila / Berasa.

D. Ketentuan Perhitungan Harga Per Ompreng

  • Harga mengacu pada harga HET Pasar.

Rumus Perhitungan Per Item:

Harga Per Item = ( Jumlah Harga Total Kebutuhan Bahan Baku Mentah : Jumlah Porsi ) + Bumbu

Rumus Perhitungan Bumbu:

Bumbu = Jumlah Harga Total Kebutuhan Bumbu : Jumlah Porsi

Situbondo, 25 September 2026

Korwil BGN Kabupaten Situbondo

(Moh. Faizi, S.M.)

LAMPIRAN NOTULENSI

Lampiran 1. Penjelasan Menu Yang Dilarang Pada Jenis Karbohidrat dan Protein Hewani

KARBOHIDRAT
Geser tabel horizontal untuk melihat detail
MENU PENJELASAN
Seluruh olahan mie (mie kuning, bihun, pasta) Produk olahan tepung yang umumnya membutuhkan bumbu/saus tambahan dan berpotensi meningkatkan natrium. Dalam MBG, nasi lebih mudah distandarkan berat porsinya dan komposisi menunya.
Nasi goreng Penggunaan minyak dan bumbu lebih banyak sehingga kontrol lemak dan natrium lebih sulit. Nasi putih lebih mudah dikontrol berat dan komposisinya.
Nasi kuning Penggunaan santan/minyak dapat menambah lemak dan membuat pengendalian komposisi gizi lebih kompleks.
Nasi uduk Penggunaan santan memberikan tambahan lemak dan memerlukan kontrol komposisi yang lebih ketat dalam produksi massal.
Nasi berwarna Perlu memastikan sumber warna dan bahan tambahan yang digunakan sesuai ketentuan. Nasi putih lebih sederhana untuk distandarkan.
Segala jenis bubur Kadar air dan tekstur membuat standar berat/porsi serta konsistensi energi lebih sulit dikendalikan. Makanan basah juga membutuhkan perhatian pada waktu, suhu, dan distribusi.
Jasuke Kombinasi jagung, susu/keju dan bahan tambahan dapat meningkatkan energi, lemak, atau gula tergantung formulasi; lebih sulit ditempatkan sebagai komponen utama menu MBG.
PROTEIN HEWANI
Geser tabel horizontal untuk melihat detail
MENU PENJELASAN
Bakso berkuah Kuah menambah kompleksitas distribusi, menjaga suhu, dan risiko tumpahan. Produk bakso juga merupakan pangan olahan yang perlu dikontrol komposisi dan natriumnya.
Produk beku/frozen Memerlukan rantai dingin yang konsisten dari penyimpanan sampai pengolahan. Kontrol suhu dan kondisi produk menjadi lebih ketat.
Ayam suwir Bukan karena ayam tidak bergizi. Ayam tetap sumber protein yang baik. Pertimbangannya lebih pada bentuk penyajian, kontrol ukuran serat, potensi kekeringan, dan standardisasi porsi, dan proses pengolahannya.
Ikan laut Bukan berarti ikan laut tidak bergizi. Pertimbangan dapat berkaitan dengan duri, keseragaman bahan, kesegaran, penerimaan anak, dan pengendalian keamanan pangan khususnya potensi alergi, serta perlu perhatian khusus karena ikan tinggi histamin yang berpotensi menyebabkan keracunan makanan yang disebut Srombotoxin Fish Poisoning (FSP).

Lampiran 2. Penjelasan Menu Yang Dilarang Pada Jenis Sayur

SAYUR
Geser tabel horizontal untuk melihat detail
MENU PENJELASAN
Segala jenis jamur Membutuhkan pengendalian bahan baku, kebersihan, dan penyimpanan. Pembatasan membantu standardisasi bahan dan pengawasan dalam produksi massal.
Kecambah Membutuhkan penanganan higiene yang baik karena kondisi lembap dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme. Dalam MBG, keamanan pangan menjadi pertimbangan utama.

Lampiran 3. Penjelasan Menu Yang Dilarang Pada Jenis Buah dan Menu Lainnya

BUAH
Geser tabel horizontal untuk melihat detail
MENU PENJELASAN
Buah olahan Dapat mengandung tambahan gula, sirup, atau bahan tambahan lain. Buah segar lebih mudah dikontrol komposisinya.
Salak Kulit dan biji harus dipisahkan. Bentuk dan biji perlu diperhatikan terutama saat penyajian untuk anak usia dini.
Sawo Tekstur sangat lunak dan memiliki biji; tingkat kematangan juga cepat berubah sehingga perlu kontrol mutu.
Manggis Memerlukan pengupasan dan pemisahan bagian yang tidak dimakan sehingga penanganannya kurang praktis untuk distribusi massal.
Segala jenis jambu Beberapa jenis memiliki banyak biji dan tekstur tertentu yang perlu diperhatikan untuk penyajian pada kelompok usia tertentu.
Rambutan Kulit dan biji keras harus dipisahkan dengan baik untuk mengurangi risiko tersedak.
Nanas Memerlukan pengupasan dan pemotongan yang tepat. Keasaman dan teksturnya dapat memengaruhi daya terima sebagian anak.
Mangga Tingkat kematangan memengaruhi tekstur dan daya simpan; buah terlalu matang lebih mudah rusak selama distribusi.
LAINNYA
Geser tabel horizontal untuk melihat detail
MENU PENJELASAN
Soto Berbasis kuah sehingga membutuhkan kontrol suhu dan wadah lebih ketat selama distribusi serta memiliki risiko tumpah lebih tinggi, disisi lain lebih berpotensi terjadian KM.
Makanan bersantan Dapat meningkatkan kandungan lemak dan memerlukan pengendalian suhu serta waktu distribusi yang baik.
UPF (Ultra Processed Food) Pembatasan pangan ultra-proses membantu menjaga menu berbasis bahan pangan yang lebih sederhana dan memudahkan pengendalian gizi serta bahan tambahan.
Sambal pedas Daya terima anak menjadi pertimbangan. Rasa pedas tidak sesuai untuk semua kelompok usia dan dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada sebagian anak.
Puding Bergantung formulasi, dapat mengandung gula dan bahan tambahan.
Makanan dengan cuka Keasaman kuat dapat menurunkan daya terima sebagian anak dan penggunaannya perlu dikontrol dalam formulasi.
Keripik tempe / semua jenis keripik Penggorengan meningkatkan lemak dan energi. Keripik juga cenderung lebih tinggi garam dibanding bahan pangan utamanya.